Dari Rock Lee, sampai Loki

Dari dulu, setiap kali mengikuti suatu serial, komik, film atau lainnya... Saya biasanya tidak begitu tertarik pada karakter utama. Entah bagaimana menjelaskannya. Saya malah lebih sering menyukai karakter-karakter pendukung, bahkan karakter antagonisnya. Bukan karakter utama.

Seperti tiga karakter ini: Rock Lee, Sanji, dan Loki.

Rock Lee
Mungkin ada yang belum tau siapa itu Rock Lee? Dia adalah salah satu teman sepermainan tokoh manga terkenal bernama Naruto.

Supaya tidak terjadi salah paham, saya akan jelaskan bahwa saya bukan pembaca setia manga Naruto. Kalian salah orang kalau bertanya kenapa Tsunade bisa awet muda ke saya, atau kenapa Kakashi selalu menyembunyikan mulutnya.

Lalu pertanyaannya, kenapa saya bisa menyukai karakter bergaya rambut culun ini?

Jadi, suatu hari saya tidak sengaja menonton tayangan Naruto di tv Indonesia. Waktu itu, sensor belum semengerikan sekarang. Sensor masih sangat wajar waktu itu. Hanya diwajibkan untuk acara-acara berita yang menampilkan gambar korban kecelakaan, atau film-film barat yang menampilkan belahan dada dan pangkal paha, atau semacamnya.

Waktu itu episode yang sedang tayang adalah pertarungan  Rock Lee melawan Gaara (semoga saya tidak salah menulisnya). Rock Lee dan Gaara sedang bertarung satu lawan satu. Layaknya pertarungan antar ninja yang dikemas dengan gaya khas anime jepang, pertarungan terlihat begitu keren untuk disaksikan.

Yang paling menarik adalah gaya bertarung dari si Rock Lee. Ada satu keunikan pada dirinya, yang membedakan dia dengan ninja-ninja lainnya. Seperti yang kita tahu, biasanya ninja lebih sering menggunakan Ninjutsu ketimbang Taijutsu. Rock Lee malah tidak bisa Ninjutsu sama sekali.

Untuk yang belum tau; Ninjutsu adalah jurus-jurus / teknik-teknik ninja yang biasanya mengandalkan Chakra (tenaga dalam, atau semacamnya). Sedangkan Taijutsu adalah jurus-jurus / teknik-teknik yang mengandalkan kemampuan fisik murni sebagai seorang manusia.

Berdasarkan penjelasan dari seorang teman yang mengikuti cerita Naruto, Rock Lee adalah satu-satunya ninja di Konoha yang tidak bisa menguasai Ninjutsu. Entah apa alasannya. Namun karena semangatnya yang gigih dan kemauannya yang keras untuk menjadi ninja yang hebat, ia bisa menjadi ninja yang hebat walaupun tidak menguasai Ninjutsu.

Sebagai gantinya, ia berlatih begitu keras dan tekun mendalami teknik Taijutsu. Kehebatannya dalam menggunakan Taijutsu bahkan bisa mengimbangi teman-temannya yang bisa menguasai Ninjutsu.

Selain keunikan tersebut, salah satu yang membuat saya jatuh cinta pada karakter ini adalah penampilannya yang juga unik. Sebenarnya, penampilannya itu mengikuti guru sekaligus panutannya; Guru Guy (tolong jangan salah baca).

Sanji
Sanji adalah salah satu karakter yang ada dalam serial manga One Piece. Sama seperti Rock Lee, Sanji juga bukan karakter utama. Dia adalah kawan dari karakter utama, yaitu Luffy. Jika tadi saya berkata bahwa saya menyukai karakter Rock Lee padahal tidak mengikuti serial Naruto, maka kali ini kebalikannya.

Saya adalah pembaca setia manga One Piece. Bahkan selain membaca komiknya, saya juga senang membaca review-review, teori-teori, sampai seluk beluk dunia One Piece dari berbagai forum dan blog. Satu yang menurut saya menarik di serial mangan One Piece, yaitu plot-nya yang sangat kompleks.

Kalian tidak akan menyangka bahwa percakapan sepele pada suatu chapter, akan begitu bermakna pada chapter lainnya yang terbit ratusan chapter setelahnya. Konflik antar tokohnya saling berkaitan, dari yang sekedar lewat, sampai tokoh-tokoh besar.

Setiap karakter di manga One Piece memiliki sifat dan karakter yang unik. Memiliki latar belakangnya sendiri-sendiri. Umpama Soichiro Oda membuat komik spin-off  yang mengangkat cerita seputar karakter-karakter dari manga One Piece, saya yakin seluruh pembaca setia One Piece akan dengan senang hati membacanya.

Sejauh ini, Soichira Oda adalah mangaka terbaik menurut saya.

Kalau dalam serial Naruto kita disuguhkan pertarungan dengan teknik-teknik ninja, di One Piece kita akan disuguhi pertarungan para bajak laut yang menggunakan kekuatan dari Buah Setan. Setiap orang yang memakan buah setan tertentu, akan mendapatkan kekuatan unik yang dibawa oleh buah Setan Tertentu. Biasanya satu kekuatan hanya ada dalam satu buah setan, dan tidak ada copy-annya.

Sama seperti Rock Lee, Sanji juga punya satu keunikan. Dia adalah satu-satunya kru Bajak Laut Topi Jerami yang tidak menggunakan senjata ataupun kekuatan Buah Setan dalam bertarung. Ia bertarung menggunakan kekuatan fisiknya secara murni. Gaya bertarungnya adalah menggunakan kaki, perpaduan antara Capoeira, Taekwondo, dan teknik beladiri kaki lainnya.

Keunikan lain dari karakter ini adalah pada sifatnya. Ia adalah pria yang tidak bisa menyakiti wanita sedikitpun. Itu dibuktikan dalam beberapa kali "pertarungannya" dengan wanita. Ia tidak melawan sama sekali ketika lawannya adalah seorang wanita. Alashil, ia selalu babak belur, bahkan hampir mati ketika harus berhadapan dengan musuh wanita.

Loki
Kalau dua karakter diatas adalah karakter dari manga, maka kali ini adalah dari keluarga Marvel. Mungkin tokoh yang satu ini akan sedikit lebih familiar untuk banyak orang. Yeah, dia adalah adik, sekaligus rival abadi sang dewa petir, Thor.

Entah kenapa, sejak pertama kali menyaksikan film Thor yang pertama, saya langsung suka dengan karakter dewa yang satu ini. Tom Hiddleston rupanya memang aktor yang berbakat, ia bisa menguasai karakter Loki dengan sangat baik.

Yang paling saya suka dari karakter ini adalah pembawaannya yang santai, walau dibenaknya banyak rencana jahat yang siap merepotkan para penghuni Asgard. Adegan paling saya suka adalah ketika ia berbincang-bincang dengan Thor, ketika Thor membebaskannya secara sembunyi-sembunyi dari penjara Asgard lalu meminta bantuannya.

Oh, saya lupa. Ada satu blog lagi yang harus saya update. Sekian, Selamat malam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LGBT

Peraturan yang Aneh