Taman di utara Kota Bekasi

Jadi, di utara kota Bekasi ada sebuah taman kota yang tidak terlalu luas juga tidak terlalu kecil. Ketika malam tiba, taman tersebut akan ramai oleh para pengunjung, mulai dari anak muda muda sampai orang tua. Salah satu yang membuat taman tersebut ramai adalah para pedagang kaki lima yang menjajakan dagangannya disisi-sisi taman.

Kebanyakan adalah para penjual makanan dan jajanan. Mulai dari roti bakar, soto, gorengan, sampai dengan nasi kucing dan es teh manis. Setiap pedagang biasanya memiliki tiker, yang nantinya akan mereka gelar jika ada pengunjung yang membeli makanannya. Jadi, para pembeli akan duduk lesehan sambil menyantap makanan ataupun jajanan yang mereka beli sambil ngobrol-ngobrol dengan kawan, ataupun pacar.

Tidak jarang juga ada keluarga kecil yang lesehan sambil makan-makan dan menikmati malam bersama suami atau isteri dan anak.

Suatu malam, di taman tersebut. Duduk dua orang muda-mudi. Seperti pengunjung lainnya, muda-mudi ini juga sedang menyantap makanan. Si cewek menyantap soto, sedangkan si cowok asik makan nasi kucing. Setelah selesai menyantap makanan, mereka meletakan piring dan mangkuk dipinggir tempat mereka lesehan, lalu ngobrol berbagi kisah dan keluh kesah.

Dunia mungkin terasa indah dimata mereka. Duduk berdua, dibawah sinar bulan yang terang. Sampai akhirnya, seorang anak lelaki menghampiri mereka. Bajunya tidak bisa dikatakan bagus. Terlihat dibeberapa bagian ada lubang yang membuat baju jadi tampak tidak karuan.

Badannya juga tidak bisa dibilang bersih. Dengan kaki tanpa alas, dan wajah yang cemong sana-sini.

"A, sotonya buat aku ya..." tanya bocah lelaki itu. Di belakangnya juga ada beberapa bocah sebayanya, yang sepertinya menunggu apa yang akan "didapatkannya".

Si cowok tidak terlalu memperdulikannya. Ia hanya menjawab "Itu kan udah habis, de".

Tiba-tiba si bocah tersebut mengambil mangkuk soto yang ada disampingnya, kemudian membawanya ke arah teman-temannya. Bergantian, mereka mengunyah apa saja yang masih tersisa di antara kuah soto tersebut. Kol, suiran ayam, mie, walaupun tidak banyak, mereka terlihat begitu menikmatinya.

Dan, yah... Mereka bergantian menyantap sisa-sisa soto tersebut.

Si cowok kaget. Ia merasa begitu berdosa, ketika tadi bocah tersebut bertanya padanya ia tidak begitu menghiraukannya. Ia pikir, mereka seperti anak-anak jalanan yang biasa ia temui. Tapi ia salah.

Ia kemudian bangun dari duduknya dan memesan beberapa porsi nasi kucing, dengan beberapa gorengan. Membungkusnya dalam plastik kemudian memanggil bocah-bocah tersebut.

Sambil melambai-lambaikan tangannya, ia berkata "Kemarilah".

Dengan wajah polos, satu bocah mendekatinya.

"Makanlah" ucap si cowok sambil memberikan bungkusan berisi beberapa nasi kucing dan gorengan.

Si bocah mengucapkan terima kasih.

Dengan wajah girang, bocah tersebut berlari kecil menghampiri teman-temannya. Lalu menunjukan apa yang baru saja didapatkannya tersebut.

"Perut kita aman malam ini" ucap salah satu dari mereka.

Komentar

  1. haaayyy ini mas yus yulianto yg dulu punya blog Alis Tebal bukan? *semoga gasalah orang :D

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peraturan yang Aneh

LGBT

Dari Rock Lee, sampai Loki